FOLLOWERS

Arsip Blog

Mengapa orang mempunyai warna kulit yang berbeda?


Orang-orang yang mempunyai kulit paling putih terdapat di Eropa bagian utara dan dinamakan orang-orang Nordik. Orang-orang yang mempunyai kulit paling hitam hidup di Afrika bagian barat. Orang-orang di Asia Tenggara mempunyai warna kulit coklat kekuningan. Tetapi, kebanyakan orang tidak berkulit putih, hitam, atau kuning, melainkan berkulit coklat dengan beratus-ratus variasi.

Apakah sebabnya terdapat perbedaan-perbedaan warna kulit pada orang-orang ini? Penjelasannya sebenarnya terletak pada seluruh rangkaian proses-proses kimia yang terjadi di dalam tubuh dan kulit. Di dalam jaringan-jaringan kulit terdapat dasar-dasar warna tertentu yang dinamakan "chromogens", yang tidak berwarna. Ketika ragi-ragi atau enzim-enzim bertindak berdasarkan dasar-dasar warna ini, warna kulit tertentu pun dihasilkan.

Bagaimana jika seseorang tidak mempunyai dasar-dasar warna ini, atau enzim-enzimnya tidak bekerja dengan sebagaimana mestinya terhadap dasar-dasar warna ini? Maka orang itu dinamakan "albino" karena tidak mempunyai zat warna sama sekali. Ini dapat terjadi pada orang-orang di mana saja di dunia ini. Ada orang-orang albino di Afrika, "orang-orang yang lebih putih" dari orang kulit putih mana pun!

Kulit manusia itu sendiri, tanpa adanya zat pewarna, berwarna putih krem. Tetapi pada warna ini ditambahkan sedikit warna kuning, yaitu akibat dari adanya pigmen kuning di dalam kulit. Unsur warna lain yang ditemukan dalam kulit adalah hitam, yaitu akibat dari adanya butiran-butiran kecil dari suatu zat yang dinamakan "melanin". Zat ini berwarna coklat, tetapi jika tampak dalam kumpulan besar akan kelihatan berwarna hitam.

Sifat lain ditambahkan pada kulit oleh warna merah darah yang beredar di dalam pembuluh-pembuluh kulit yang sangat kecil.

Warna kulit masing-masing orang bergantung pada perbandingan-perbandingan dari keempat warna ini yaitu putih, kuning, hitam, dan merah. Semua warna kulit umat manusia dapat diperoleh dengan kombinasi-kombinasi yang berbeda-beda dari unsur-unsur warna yang kita miliki ini.

Cahaya matahari dapat menciptakan melanin, pigmen hitam, di dalam kulit. Jadi, orang-orang yang tinggal di daerah-daerah tropis mempunyai lebih banyak pigmen melanin dan mempunyai kulit yang lebih gelap. Tetapi jika kamu berjemur di bawah sinar matahari selama beberapa hari, cahaya ultraviolet dari matahari akan menghasilkan lebih banyak melanin di dalam kulit kamu juga, dan ini akan mengakibatkan "warna coklat matahari"!

Sumber : Aku ingin tahu
Baca Selengkapnya...

Mengapa Hewan-hewan Tidur Di Musim Dingin?


Mari kita beralih pada "woodchuck" sebagai hewan khas yang tidur pada musim dingin. Tidak seperti tupai, hewan itu tidak menyimpan persediaan makanan untuk musim dingin. Hewan itu bergantung pada makanan tumbuhan, dan ketika musim dingin tiba, persediaan makanannya habis. Tetapi "woodchuck" telah menyimpan persediaan cadangan lemak di dalam tubuhnya sendiri. Jadi, ketika ia tidak lagi menemukan makanan, ia merangkak jauh ke dalam liangnya dan pergi tidur. Hewan itu tidur di sepanjang musim dingin yang dingin dan hidup dari lemak yang telah ditimbunnya di dalam tubuhnya.

Banyak mamalia, seperti beruang, sebenarnya tidak tidur pada musim dingin. Memang mereka tidur lebih banyak pada musim dingin dari pada musim panas, tetapi bukannya tidur nyenyak di musim dingin. Pada hari-hari yang hangat dan menyenangkan pada musim dingin, beruang, tupai, bajing tanah akan bangun dan memperlihatkan diri.

Tetapi tidur dari hewan yang biasa tidur pada musim dingin adalah hampir seperti mati dan tidak sama seperti tidur biasa. Sementara seekor hewan tidur pada musim dingin, semua kegiatan hidupnya hampir berhenti. Suhu tubuhnya menurun sampai suhu itu hanya sedikit lebih hangat dari udara di liangnya.

Akibatnya, hewan-hewan itu membakar makanan yang disimpan di dalam tubuh mereka dengan sangat lambat sekali. Karena mereka membakar lebih sedikit bahan bakar, mereka memerlukan lebih sedikit oksigen, dan akibatnya, pernafasan mereka menjadi lebih lambat dan denyut jantung mereka hanya sedikit. Jika suhu di liang menjadi sangat rendah, hewan itu akan bangun, menggali liang itu untuk dirinya sendiri sedikit lebih dalam, dan pergi tidur kembali.

Ketika musim semi tiba, hewan-hewan terbagun oleh perubahan suhu, kelembaban, dan oleh rasa lapar. Mereka merangkak keluar dari liang-liang mereka.

Tahukah kamu bahwa banyak hewan yang berdarah dingin juga tidur pada musim dingin? Cacing tanah masuk ke dalam tanah di bawah garis beku; katak mengubur diri di dalam lumpur pada dasar kolam; ular-ular masuk ke dalam celah batu-batuan atau lubang di dalam tanah; dan beberapa ikan, seperti ikan gurame, mengubur diri dalam dasar berlumpur. Bahkan beberapa serangga tidur pada musim dingin dengan bersembunyi di bawah batu-batuan atau batang kayu!

Sumber : Aku ingin tahu
Baca Selengkapnya...

Apa sih pengaruh buruk dari rokok?


Merokok terutama dapat menimbulkan penyakit kardiovaskuler dan kanker, baik kanker paru-paru, oesophagus, laryng, dan rongga mulut. Menurut Drg. Yenny Mulyawati, MS, kanker di dalam rongga mulut biasanya dimulai dengan adanya iritasi dari produk-produk rokok yang dibakar dan diisap. Iritasi ini menimbulkan lesi putih yang tidak sakit.

Selain itu merokok juga dapat menimbulkan kelainan-kelainan rongga mulut misalnya pada lidah, gusi, mukosa mulut, gigi dan langit-langit yang berupa stomatitis nikotina dan infeksi jamur. Baca pengaruh merokok terhadap kesehatan gigi dan mulut.

Asap rokok mengandung komponen-komponen dan zat-zat yang berbahaya bagi tubuh. Banyaknya komponen tergantung pada tipe tembakau, temperatur pembakaran, panjang rokok, porositas kertas pembungkus, bumbu rokok serta ada tidaknya filter. Sedangkan zat-zat yang berbahaya berupa gas-gas dan partikel-partikel. Asap rokok yang kita hisap 90% mengandung berbagai gas seperti N2, O2, CO2, 10% sisanya mengandung partikel tertentu seperti ter, Nikotin dan lain-lain. Partikel dalam asap rokok yang dapat menyebabkan kanker (bersifat karsinogenik) adalah ter.

PENGARUH MEROKOK TERHADAP LIDAH

Pada perokok berat, merokok menyebabkan rangsangan pada papilafiliformis (tonjolan/juntai pada lidah bagian atas) sehingga menjadi lebih panjang (hipertropi). Disini hasil pembakaran rokok yang berwarna hitam kecoklatan mudah dideposit, sehingga perokok sukar merasakan rasa pahit, asin, dan manis, karena rusaknya ujung sensoris dari alat perasa (tastebuds).

PENGARUH MEROKOK TERHADAP GUSI

Jumlah karang gigi pada perokok cenderung lebih banyak daripada yang bukan perokok. Karang gigi yang tidak dibersihkan dapat menimbulkan berbagai keluhan seperti gingivitis atau gusi berdarah. Disamping itu hasil pembakaran rokok dapat menyebabkan gangguan sirkulasi peredaran darah ke gusi sehingga mudah terjangkit penyakit.

PENEBALAN MUKOSA AKOBAT MEROKOK

Merokok merupakan salah satu faktor penyebab Leukoplakia yaitu suatu bercak putih atau plak pada mukosa mulut yang tidak dapat dihapus. Hal ini bisa dijumpai pada usia 30-70 tahun yang mayoritas penderitanya pria terutama yang perokok. Menurut penelitian Silverman dari semua kasus Leukoplakia 95% adalah perokok.

Iritasi yang terus menerus dari hasil pembakaran tembakau menyebabkan penebalan pada jaringan mukosa mulut. Sebelum gejala klinis terlihat, iritasi dari asap tembakau ini menyerang sel-sel epitel mukosa sehingga aktifitasnya meningkat. Gejala ini baru terlihat bila aktifitas selluler bertambah dan epitel menjadi tebal, terutama tampak pada mukosa bukal (mukosa yang menghadap pipi) dan pada dasar mulut. Perubahan mukosa mulut terlihat sebagai bercak putih. Bercak putih tersebut mungkin disebabkan karena epitel yang tebal jenuh dengan saliva (air ludah). Para ahli mengatakan bahwa leukoplakia merupakan lesi pra-ganas di dalam mulut. Perubahan leukoplakia menjadi ganas 3-6%.

NODA ATAU STAIN KARENA TEMBAKAU

Gigi dapat berubah warna karena tembakau. Pada mulanya noda ini dianggap disebabkan oleh nikotin, tetapi sebetulnya adalah hasil pembakaran tembakau yang berupa ter. Nikotin sendiri tidak berwarna dan mudah larut. Shafer dan kawan-kawan mengatakan bahwa warna coklat terjadi pada perokok biasa, sedang warna hitam terjadi pada perokok yang menggunakan pipa. Noda-noda tersebut mudah dibersihkan karena hanya terdapat di dataran luar gigi. Tetapi pada orang yang merokok selama hidupnya, noda tersebut dapat masuk ke lapisan email gigi bagian superficial dan sukar untuk dihilangkan.

Kebiasaan merokok sangat mempengaruhi kesehatan mulut terutama perubahan mukosa (selaput lendir). Kebanyakan, kanker di dalam mulut dimulai dengan perubahan mukosa. Perubahan ini tidak menimbulkan rasa sakit (lesi pra-ganas) sehingga tidak diperhatikan sampai keadaan menjadi lanjut. Oleh karena itu jika terdapat bercak putih, sedini mungkin datang ke dokter gigi.

Biasakan memeriksa gigi setiap 6 bulan sekali, meskipun tidak mengalami keluhan, hal ini untuk tetap menjaga kesehatan gigi dan rongga mulut. Dan yang paling penting adalah kemauan yang keras untuk menghilangkan kebiasaan merokok, jika perlu konsultasi dengan dokter.

Kalau pengen lebih lengkapnya silahkan menuju ke http://dokternasir.web.id/2009/03/pengaruh-rokok-terhadap-kesehatan.html
Baca Selengkapnya...

Banner 125px

Bagaimana mengubah blog WordPress menjadi MESIN UANG yang MEMATIKAN !! Tutorial komplit dilengkapi Software dan Script Siap Pakai Aksesoris - Pernik Pernik Lucu - Belanja Pernak Pernik Lucu, Kado, Souvenir Pernikahan, Peluang Usaha Online Dapatkan info GAUL di sini, Kumpulan cerita, motivasi, lirik lagu, puisi, sampe dunia downloadDapatkan info GAUL di sini, Kumpulan cerita, motivasi, lirik lagu, puisi, sampe dunia download
 

Daftar Blog Saya

Daftar Blog Saya